Tips Rumah yang di Berkahi (1)

sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan di datangi malaikat, dijauhi setan, dan akan dibanjiri pula kebaikan di dalamnya

                           sumber internet

Oleh Abdurrahman Al-Kambary

di kutip dari www. hidayatullah.com

RUMAH yang islami adalah rumah yang di dalamnya berkumpul anggota keluarga yang mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rumah yang islami dan diberkahi adalah anggota keluarganya melaksanakan adab-adab islami.

Setiap Muslim pasti mendambakan kehidupan yang penuh keberkahan. Berkah, dalam bahasa Arab disebut barakah, yakni kebaikan yang melimpah (al-khair al-wafir).

Rumah yang diberkahi berarti rumah yang dilimpahi kebaikan dan selalu mendapat petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala.

Kita berharap dengan diberkahinya rumah yang kita diami, maka senantiasa akan dihadiri oleh para malaikat dan dijauhkan dari setan. Sebab, kehadiran malaikat di rumah kita akan membawa suasana ketenangan, kelapangan, kedamaian, dan kesejukan.

Oleh karena itu, agar rumah kita diberkahi oleh Allah Subhanahu Wata’ala, maka perlu diperhatikan tips berikut.

Membaca al-Qur`an

Alangkah indahnya apabila di setiap rumah terdengar ayat-ayat Allah. Dengan membaca al-Qur`an, maka malaikat rahmat akan turun membawa kebaikan dan ketenangan dalam rumah kita. Rumah yang tidak dibacakan al-Qur`an ibaratnya kuburan. Padahal, di dalamnya masih ada penghuninya.

Mulailah dari rumah kita. Lantunkan ayat-ayat al-Qur`an dengan membaca langsung atau memperdengarkan kaset/CD murattal setiap hari.

Jangan ragu, dan jangan pesimis. Tidak ada kata terlambat. Teruslah belajar. Allah memberi pahala bagi hambanya yang bersungguh-sungguh mau belajar al-Qur`an.

“Orang yang membaca al-Qur`an dengan terbata-bata dan ia merasa sulit maka baginya dua pahala.” (Riwayat Muslim)

Teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan di datangi malaikat, dijauhi setan, dan akan dibanjiri pula kebaikan di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat, dan akan didatangi setan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan al-Qur`an. (Riwayat Ad-Darimi)

Al-Qur`an adalah sumber pahala dan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala. “Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an, baginya satu pahala dan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. ‘Alif laam miim’ itu bukan satu huruf, namun alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (Riwayat Tirmidzi)

Memanjatkan Doa

Berdoa yang dimaksud adalah memohon dan berharap sesuatu hanya kepada Allah yang Maha Mencipta. Berdoa adalah puncak ibadah yang menggambarkan peristiwa pertemuan seorang hamba dengan Sang Khaliq.

Kita dianjurkan membaca doa ketika masuk rumah, dan membaca doa ketika keluar rumah. Bahkan, bukan itu saja. Setiap akan beraktivitas di rumah kita harus membaca doa. Allah senang jika ada hambanya yang berdoa.

Dalam sebuah Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian mintalah kepada Allah dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah senang untuk diminta. (Riwayat Tirmidzi dan Abu Nu’aim)

Doa itu merupakan inti ibadah (Riwayat al-Bukhari). Doa itu adalah otaknya ibadah (Riwayat Ibnu Hiban dan Tirmidzi).

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS: Al-Baqarah [2]: 186

Banyak kita dapatkan macam-macam doa, baik terdapat dalam al-Qur`an maupun al-Hadits. Aneka doa bisa kita panjatkan setiap hari agar rumah yang kita diami senantiasa diberkahi oleh Allah.

Ada beberapa adab dalam berdoa yang harus diperhatikan:

  1. Dilakukan pada waktu yang mulia: bulan Ramadhan waktu sahur, dan hari Jumat
  2. Dilakukan dalam keadaan yang khidmat: waktu sujud, ketika hati bersih dan tenang
  3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
  4. Merendahkan suara
  5. Memakai bahasa yang sederhana, yang menunjukkan kerendahan hati Diutamakan doa yang berasal dari al-Qur`an, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Sahabat
  6. Merendahkan diri dan menundukkan hati
  7. Meyakini doanya pasti dikabulkan Allah
  8. Memulai doa dengan menyebut nama Allah dan shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin)

Mendirikan Shalat

Kita dianjurkan untuk banyak melakukan shalat sunnah di rumah. Lakukanlah shalat-salat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah yang mengiringi shalat-shalat wajib di rumah kita. Misalnya, shalat sebelum dan sesudah shalat Dhuhur, sebelum dan sesudah shalat Isya’, dan sebelum shalat Subuh. Selain itu, juga melaksanakan shalat Tahajud, dan shalat Dhuha.

Sabda Nabi SAW, “Jadikan shalatmu di rumah, jangan jadikan rumahmu seperti kuburan.” Maksudnya, shalat sunnah bagi laki-laki di rumah. Sedangkan bagi laki-laki diperintahkan melaksanakan shalat wajib berjamaah di masjid atau mushalla, sedangkan untuk wanita di rumah.

  • Shalat Tahajud

Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari hingga menjelang subuh.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan tentang keutamaan shalat Tahajud dalam sebuah Hadits Qudsi: “Rabb kita turun setiap malam ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang memohon kepada-Ku, Aku akan memperkenankannya, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, siapa yang memohon ampunan-Ku, Aku akan mengampuninya.” (Riwayat Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lain-lain yang bersumber dari Abu Hurairah)

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan shalat Tahajud lainnya. Dari Abdullah bin Salman Radiyallahu anhu (Ia berkata): Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, santunilah orang-orang miskin, dan shalatlah di waktu malam di mana manusia sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan sejahtera.” (Riwayat Tirmidzi)

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua rakaat, maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta’ala dengan sujud dan berdiri.” (Disebutkan oleh An-Nawawi dalam At-Tibyan h. 95)

  • Shalat Dhuha

Shalat Dhuha yaitu shalat sunnah yang waktunya antara sekitar jam 7.00 pagi hingga jam 11.00 siang. Jumlah rakaatnya paling sedikit dua rakaat, paling banyak dua belas rakaat.

Dari Aisyah Radiyallahu anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya shalat Dhuha empat rakaat dan ia kadang-kadang menambah dari itu menurut apa yang dikehendaki Allah. (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan. Dari Abi Dzar Radiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia bersabda: “Pada setiap pagi ada kewajiban bagi setiap persendian untuk bersedekah. Setiap tasbih itu sedekah, tiap tahmid sedekah, tiap takbir sedekah, menganjurkan kebaikan itu sedekah, demikian juga mencegah kemungkaran, dan cukuplah mengganti itu semua dengan shalat sunnah Dhuha dua rakaat.” (Riwayat Muslim)

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan diampuni dosanya. Siapa pun yang melaksanakan shalat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (Riwayat Tirmidzi).*/bersambung